Digital Campaign – Dinamisnya dunia marketing saat ini menuntut semua startup players untuk merubah strategi marketing masing-masing, saat ini sudah bukan zamannya lagi marketers hanya menggunakan konsep 4p ( price, place, promotion, product ) bukan pula zamannya menghabiskan budget marketing Anda hanya untuk beriklan di media cetak atau bahkan radio. Banyak inovasi-inovasi , strategi-strategi baru yang tumbuh akibat berkembangnya teknologi dan cara fikir konsumen dalam memutuskan untuk membeli sebuah produk. Jika dahulu marketers hanya bisa menggunakan tv, radio dan media cetak untuk campaign produk-produk mereka maka saat ini ada banyak media yang bisa digunakan seperti media digital baik melalui email, social media, search engine dll. Ada banyak sekali strategi-strategi marketing yang bisa digunakan untuk memperluas jangkauan produk atau brand Anda di dunia marketing saat ini, contohnya bisa menggunakan strategi inbound – outbound marketing, paradox marketing, viral strategy dan lain-lain. Namun beberapa hal mendasar harus Anda perhatikan sebelum anda memutuskan strategi marketing yang mana yang bisa anda gunakan.

  1. Berangkat dari konsep yang jelas.

Dalam menyusun konsep dari suatu strategi digital yang efektif, kita bisa memulainya dari sebuah insight yang kuat. Insight yang powerful bisa didapat dari riset yang benar. Sebelum memulai riset, seorang Strategist (orang yang bertanggung jawab dalam menyusun strategi) harus benar-benar bisa menggali insight dari brand & produk itu sendiri, target audience, dan market.

Melalui MIXCampaign, Anda akan mendapatkan advice dari analisa insight untuk kebutuhan market dan plan yang sangat terarah dan jelas.

DCC

  1. Fase Campaign yang terarah.

Banyak strategi digital yang gagal “kena” di hati audience karena hal yang sederhana: Konsistensi. Banyak brand yang melakukan A, B, C Campaign, tapi dalam setiap campaign tidak ada konsistensi dari sisi message dan tone. Disamping itu, inkonsistensi terlihat jelas antara Digital dan ATL/BTL.

MIXCampaign mampu membuatkan Anda fase campaign yang terintegrasi dengan berbagai channel media. Seperti dengan memilih jenis campaignnya, apakah digital driven yang berarti ATL/BTL sebagai support, atau sebaliknya dan lain-lain.

DCC 2

  1. Orisinalitas Konten.

Konten yang bisa meluluhkan, menginsipirasi, dan mempengaruhi konsumen adalah suatu keharusan. Konten tersebut bisa masuk ke dalam alam bawah sadar sehingga membuat mereka membicarakan, membeli, bahkan mencintai sebuah brand & produk. Konten yang seperti ini harus konten yang original.

Konten yang original bukan berarti konten tersebut benar-benar asli dan tidak bisa ditemui dimanapun, tetapi konten yang mengambil angle lain yang sesuai dengan Target Audience.

Bersama MIXCampaign, Anda akan mampu membuat konten yang tidak hanya fresh dan kreatif sesuai dengan objectives plan marketing Anda, baik untuk awareness, sales, traffic dan lain-lain.

DCC 3

  1. Mempunyai Measurement Framework.

Kita akan tahu bahwa strategi digital yang dibuat apakah berhasil dan efektif berdasarkan hasil yang kita dapat. Tapi hasil yang seperti apa? Bagaimana untuk mengetahui hasilnya (Output dan Outcome)? Pertanyaan seperti ini bisa kita jawab ketika kita mempunyai sebuah kerangka pengukuran / Measurement Framework.

Measurement Framework yang benar, tidak melihat dari metrics apa yang akan dipakai, tapi melihat objective bisnis/campaignnya apa. Kemudian darisitu, kita menentukan kira-kira metrics yang utama apa, dan KPInya berapa.

Saat ini, masih banyak yang terjebak dalam metrics yang tidak menjawab kebutuhan bisnis, seperti dalam social media, banyak yang lihatnya dari berapa jumlah likes, dsb. Sedangkan ada Metrics lain yang lebih menjawab kebutuhan brand.

Di MIXCampaign semua dapat diukur sesuai dengan target, objectives ataupun plan marketing Anda. KPI kesuksesan campaign anda yang menentukan!

DCC 4